Star7tv.com -Gowa- Tindak-tanduk, sikap dan perilaku Oknum yang mengaku Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Investigasi transparansi aparatur Indonesia (INTAI) berinitial Mhj mengundang reaksi keras dari Koalisi Aktivis Pemerhati Takalar, Senin (11/4) sekitar jam 14.15.Reaksi keras Koalisi Aktivis Pemerhati Takalar yang terdiri Pengurus LSM dan sejumlah Jurnalis yang bertugas di Daerah Takalar.yang mana Sedikitnya 10 anggota Koalisi Aktivis Pemerhati Takalar LSM dan Jurnalis yang mengkritisi modus dan gaya Oknum LSM yang berindikasi dan malah disinyalir melakukan pemerasan meniti dugaan penyimpangan bermuara korupsi jenis alat pertanian Combine Farm milyaran rupiah oleh Kadis Pertanian Takalar yang kini menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Takalar yang menjadi laporan Oknum LSM hingga terpublis di Online tahun 2021 meskipun bergulirnya tahun 2019-2020. Kecaman dan protes Koalisi Aktivis Pemerhati Takalar tidak dan bukan sinyalemen korupsi di Kantor Dinas Pertanian Takalar, namun cara, gaya dan indikasi pemerasan Oknum LSM yang meminta imbalan Rp.15 juta via telfon Staf Sekda meskipun baru dipenuhi Rp.2 juta melalui transfer. Indikator itu yang rada memeras tak diinginkan dan di tolak Koalisi Aktivis Pemerhati Takalar, bahkan kata mereka bukan cuma menolak tapi akan melaporkan ke pihak berwajib, Polres Takalar.Koalisi Aktivis Pemerhati Takalar antara lain Sudirman Damker dari LSM Berapi, Iwan Surya dari LSM ARAK, Hamzah Maro Aktivis LSM LPMT dan bahkan Jurnalis Supahrin Tiro yang juga Sekretaris PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA (PWI) Kab Takalar.Sekretaris PWI Kab Takalar, Daeng Tiro panggilan akrab Supahrin mengatakan, cara dan modus pemerasan yang di duga kuat dilakukan Oknum LSM itu, tidak bisa dibiarkan alias ditoleransi demi kepentingan pribadi? Ujarnya tersenyum sinis di hari Senin. Menurutnya, pola, modus dan kecenderungan tindak pemerasan harus dilaporkan untuk mengusut tuntas melalui proses hukum yang berlaku.Jurnalis Senior, Drs Burhanuddin Nas Daeng Mangung alias Burnas-Omank bersama Syahribudiman dan Hj Kul Indah mengkonfirnasikan ichwal rada pemerasan? Di ruang kerja Sekda Takalar, H.Muhammad Hasbi, S.STP. M.AP yang mantan Kadis Pertanian Takalar, mengakui dan membenarkan, permintaan uang sebanyak Rp.15 juta oleh Oknum LSM meskipun cuma diberikan alias ditransfer sebanyak Rp 2 juta rupiah Dana yang di minta Oknum LSM supaya ini tidak berlanjut, tiru mantan Kadis Pertanian.Padahal ujarnya, dana Rp.2 juta itu ditransfer ungkapnya sebagai bukti pemerasan? Ungkapnya, semoga.(Kul indah) http://dlvr.it/SNNhW7
http://dlvr.it/SNP7Bm
http://dlvr.it/SNPTvs
http://dlvr.it/SNPTvs
