Star7tv.com Jember – Masyarakat di Kabupaten Jember berharap harga sembako menjelang bulan Ramadan stabil. Artinya tidak melambung tinggi seperti minyak goreng (Migor). Salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah daerah (Pemda) untuk menstabilkan harga sembako adalah dengan rutin melakukan sidak ke pasar-pasar.
Hal tersebut disampaikan salah seorang warga Sumbersari, Jember, Irawati. Menurut dia, kondisi pandemi Covid-19 saat ini sudah mulai longgar. Warga juga mulai kembali beraktivitas seperti biasa.
“Bulan puasa nanti saya mau jualan es campur, dawet, dan jajanan lainnya. Karena itu saya berharap harga bahan-bahan seperti gula, tepung dan lain sebagainya tidak naik,” ucapnya kepada Jurnalis Narasinews.id, Selasa (29/3/2022).
Bahkan kalau bisa, harga bahan-bahan tersebut dibuat lebih murah lagi. Agar pedagang seperti dirinya bisa mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.
“Jadi bukan hanya cukup buat makan saja. Tapi biar ada sedikit simpanan untuk merayakan Idul Fitri mendatang,” imbuhnya.
Masyarakat
Warga yang lain, Sumina, mengatakan bahwa bukan hanya gula atau tepung saja yang perlu diperhatikan. Namun minyak goreng (Migor) juga perlu jadi perhatian serius. Mengingat pada biasanya kebutuhan Migor di Ramadan cukup tinggi.
“Biasanya kalau bulan puasa, warga itu banyak yang menyuguhkan jajanan untuk mereka yang tadarus Al-Qur’an di masjid maupun langgar (surau -red). Suguhannya macam-macam. Yang paling sering itu gorengan. Tentu membutuhkan Migor,” ungkapnya.
Di tempat lain, salah satu pedagang di Kecamatan Sumbersari, Ningsih mengatakan, bahan pokok di pasar tradisional hingga hari ini belum ada perubahan harga. Belum juga menunjukkan adanya penurunan.
“Jadi monoton di harga biasanya. Semoga saja bulan ramadan nanti tidak ada kenaikan. Kalau perlu harga semua turun,” ujarnya.
Sedangkan, ucap Ningsih, khusus untuk harga Migor kemasan di pasar tradisional masih belum stabil. Sementara harga eceran tertinggi (HET) atau subsidi dari pemerintah nampaknya juga belum ada. Sehingga harganya masih dikendalikan oleh pasar.
“Kalau Migor kemasan harganya masih mahal. Kisaran Rp58 ribu sampai Rp52 ribu untuk kemasan 2 liter. Dan yang 1 liter itu Rp25,5 ribu. Sedangkan minyak curah jauh lebih murah. Yaitu per liter Rp15,5 ribu. Sayangnya stoknya sangat terbatas,” pungkasnya. (Imam Mura)