Star7tv.com Bondowoso Bupati Bondowoso, KH Salwa Arifin resmi melaporkan Ketua DPC PKB sekaligus Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir ke Polres setempat, Sabtu (12/3/2022).
Ketua DPRD Bondowoso dilaporkan ke Polres atas dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Bupati yang diwakili Sekretaris DPC PPP, Barri Sahlawi Zain usai keluar dari ruang Satreskrim mengatakan, pihaknya telah memberikan waktu 2×24 jam kepada Ahmad Dhafir untuk mencabut pernyataannya dan meminta maaf kepada Bupati Salwa.
“Namun kami tunggu sampai tadi malam jam 20.00 WIB, pencabutan pernyataan dan permintaan maaf itu tidak ada dari Pak Dhafir, sehingga kami laporkan hari ini,” kata Sahlawi.
Sahlwi menuturkan bahwa, Bupati Salwa Arifin sebenarnya tidak ingin ada kegaduhan, Bupati ingin semua pihak saling menguatkan untuk membangun Bondowoso.
Untuk itu, pihak Bupati telah memberikan jeda waktu kepada Ahmad Dhafir untuk meminta maaf sebelum dilaporkan secara resmi atas pernyataannya.
“Bahkan ada pernyataan dari pak Dhafir, jangankan 2×24 jam , 2×24 menit saja tidak akan minta maaf. Jadi apa yang dituduhkan Pak Dhafir menjadi stigma di tengah masyarakat,” ujar dia.
Bupati Bondowoso
Sahlawi mengungkapkan, jika pihak Bupati tidak mengambil langkah hukum, sama saja membenarkan atas tuduhan (Ketua DPC PKB -red) bahwa di Bondowoso terjadi apa yang dituduhkan itu.
Sahlawi menegaskan, dalam pelaporan ini, atas nama Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, bukan atas nama partai atau kelompok. Selain itu sejumlah bukti-bukti telah diserahkan kepada polisi.
“Beliau menunjuk langsung tiga pengacara dan sudah menandatangani kuasa hukum,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bondowoso AKP Agung Ari Bowo membenarkan bahwa hari ini telah menerima pengaduan dari pihak Bupati Bondowoso.
“Masih proses dan ditindak lanjuti,” beber AKP Agung Ari Bowo.
Untuk diketahui, laporan Bupati Bondowoso yang menyeret Ketua DPC PKB buntut dari pernyataan Ahmad Dhafir yang menyebut di Bondowoso ada jual beli jabatan. Hal itu disampaikan Dhafir saat mengisi acara dengan tema pendidikan pemahaman politik demokrasi, beberapa hari lalu.
(Karto/Imam Mura)