Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di duga ada pengarahan dan pungutan uang kebersihan -->

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di duga ada pengarahan dan pungutan uang kebersihan

Jumat

Star7tv.com - Lebak - ,keluarga Penerima Manpaat (KPM) menyebutkan ada pengarahan dalam uang Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) oleh agen E- Warung di Desa Pondok panjang Kecamatan Cihara kabupaten Lebak.

Setelah mendapatkan uang BPNT yang di salurkan melalui PT. POS Keluarga Penerima Manpaat (KPM) ada oknum perangkat Desa yang mengarahkan harus belanja sembako ke salah satu agen E-Warung, Rabu 2/3/2022

Keluarga Penerima Manpaat  sebut saja Kusuma setelah di tanya oleh awak media mengaku di arahkan harus belanja ke salah satu agen E-Warung tersebut,

"Saya ngambil uang BPNT yang di salurkan di kantor desa melalui PT. POS pas saya sudah menerima uang tersebut ternyata di situ sudah di sediakan dus yang harus di isi uang oleh semua yang sudah cair dengan alasan untuk uang kebersihan di desa tersebut dan di tempat terpisah saya di haruskan belanja ke salah satu agen E-Warung tersebut,"ujarnya pada pencairan pertama 25/2 lalu.

Ia melanjutkan, "kalau saya tidak belanja ke agen E-Warung tersebut,katanya BPNT atas nama saya akan di hapus,terus saya terpaksa belanja  ke agen E-Warung tersebut karena saya tidak mau BPNT atas nama saya di hapus. ujarnya.


Menurutnya perangkat desa yang selama ini pemegang agen E-Warung tersebut tidak pantas untuk di jadikan pejabat desa karna dalam aturan yang tercatat bahwa pejabat desa tidak boleh merangkap dengan agen E-Warung BPNT

"Seharusnya pemerintah terkait harus segera menindak tegas karena persoalan seperti ini bisa menjadi dampak yang tidak baik kepada masyarakat dan jangan di biarkan saja oknum pejabat desa seperti itu," tuturnya.

Hasil pantauan dari awak media agen E-Warung tersebut ternyata masih milik oknum perangkat desa yang sudah lama berjalan.

Dikonfirmasi awak media Amir selaku prades membantah telah melakukan pungutan liar ia berdalih untuk uang kebersihan itu pun hanya Rp 2ribu.

"Sepengetahuan saya itu mah hanya untuk kebersihan saja, ada yang ngasih ada yang  tidak pun banyak, paling kebanyakan yang ngasih 2000, saya juga kurang tau, lebih baik konfirmasi ke jaro aja terkait itu mah,"katanya.

Ketika wartawan bertanya pengakuan narasumber bukan hanya Rp2 ribu tapi Rp 30ribu hingga Rp50 ribu  Amir menjawab tidak tahu malah menyarankan konfirmasi ke Kades.

Sementara Kades Pondok Panjang Subandi  membenarkan KPM pulang lewat belakang Kantor Desa, Namun terkait uang kebersihan iapun tak tahu karena tidak lama ada di kantor. "Saya cuma sebntar langsung ke BPN,"katanya.

pengirim warta saepul C

 (Red)