Star7tv.com - Lebak - Kondisi Bangunan Madrasah Ibtidaiyah Nurul Hidayah di Kampung Burung Cayut, Desa Pondok Panjang, Kecamatan Cihara, Lebak, Banten kondisinya memprihatinkan, bahkan nyaris roboh hingga membuat siswa tidak tenang untuk belajar
Bangunan sekolah tersebut karena terkendala biaya sudah belasan tahun hingga saat ini belum pernah ada perbaikan total, pihak sekolah berusaha menopang dengan penyangga dari kayu maupun bambu
Atap bangunan sudah mulai miring dan banyak struktur lainnya sudah rusak dan lapuk. Kondisi yang terpaksa akibat minimnya ruang kelas hanya ada tiga sehingga dalam satu ruangan dipakai belajar dua kelas secara bersamaan.
Eman, Tenaga pengajar di sekolah tersebut menuturkan rasa prihatin karena keterbatasan biaya menggunakan apa yang mereka bisa untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan takut roboh seperti menggunakan penopang kayu maupun bambu.
"Saya sebagai tenaga pengajar justeru merasa prihatin pak, dari 2009 hingga saat ini belum ada bantuan yang namanya fisik ya seperti ini kondisinya, selain struktur kayu yang sudah lama atap pun jika hujan terjadi bocor,"ujarnya kepada wartawan di lokasi Rabu, (16/2).
Menurutnya, jumlah siswa sekitar 83 orang dengan jumlah guru delapan orang, belajar satu ruangan terdiri dua kelas digabung dua guru mata pelajaran hingga kondisi jadi riuh, namun ini karena terpaksa ketiadaan ruangan.
Ia berharap kepada pihak terkait maupun donatur meminta kontribusi dan memikirkan masa depan anak-anak di kampung ini karena sekolah negeri berada jauh sekitar lima hingga tujuh kilometer dari wilayah tersebut. Selain itu para orang tua pun keberatan untuk mengantarkan anak-anaknya yang lumayan cukup jauh
"Ya pengen sih, baik itu donatur maupun pemerintah terkait harapan kami tolonglah untuk memperhatikan madrasah kami yang kondisinya seperti ini yang sangat dibutuhkan bantuannya,"katanya penuh harap
Pada kesempatan terpisah, E. Sulaeman, Kepala Sekolah MI Nurul Hidayah saat dihubungi membenarkan bahwa sekolahnya kondisinya seperti itu. Ia mengatakan bahwa situasi tersebut terpaksa karena sudah lama belum ada anggaran ataupun bantuan
"Iya, jadi gini pada 2007 itu dibangun lokalnya lewat program DAK melalui dinas pendidikan berarti Bupati, lalu 2009 itu yang ruang guru itu jaman doktren Kementrian Agama Provinsi Banten," katanya saat dihubungi
Kemudian lanjut kepsek, pada 2014 ada bantuan dari USAID itu untuk bantuan akreditasi tapi bukan fisik, untuk fisik hanya pemagaran dan paving blok.
"Itu bantuan sifatnya stimulan untuk persiapan akreditasi yang Alhamdulillah menghasilkan akreditasinya B kalopun sekolahnya di pojok gitu sampe hari ini masih bertahan di akreditasi tersebut," ujarnya.
Ia mengaku sudah sering mengajukan permohonan bantuan, namun karena mungkin banyak hal-hal lain jadi belum terealisasi.
Sementara itu, pihak Kemenag RI Kabupaten Lebak saat dihubungi mengatakan bahwa akan mengkoordinasikan dengan leading sektornya.
"Baik InsyaAllah nanti saya koordinasikan dengan leading sektornya kang,"ujar Anjas Baharudin Putra, Humas Kemenag Lebak
Untuk diketahui, pemerintah selalu berharap dan memastikan semua anak-anak dapat mengenyam pendidikan dengan nyaman, dengan baik di sekolah-sekolah mereka terutama di Kabupaten Lebak.
Juga baru-baru ini ramai diberitakan temuan KPK maupun Kejaksaan tentang korupsi di Dinas Pendidikan Banten dengan potensi kerugian negara milyaran rupiah
"Berita tentang korupsi pejabat memang sudah bukan hal baru. Hal ini tentu kontras dengan kondisi memprihatinkan MI Nurul Hidayah, Ketiadaan biaya dan bantuan pemerintah harus menjadi penghalang bagi para siswanya dalam menimba ilmu.(Red)