Star7tv.com - Lebak - Aksi saling dorong dengan petugas karena ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Bayah Menggugat memaksa masuk barikade petugas pengamanan polisi, Kamis, (17/2/2022).
Hal itu seperti terlihat dalam video yang beredar di media sosial terlihat ratusan massa dan petugas sempat saling dorong barikade petugas kepolisian di sekitar area PT Cemindo.
Mereka borasi di atas pick up yang membawa sound sistem yang diarak ratusan peserta, karena massa ingin menyampaikan aksi dengan pihak perusahaan sempat dihalangi petugas, adu mulutpun tak terelakan.
Tak lama setelah ada mediasi dengan para petugas, ketegangan itu pun reda dan mereka tertib kembali, bukan hanya petugas terlihat petugas pers berbaju resmi pers lengkap dengan kamera dan berkacamata hitam dengan ikat kepala ikut melerai.
Salah satu peserta aksi, Upang mengatakan bahwa aksi ini dilakukan karena karena sudah terlalu dampak yang ditimbulkan dari perusahaan sangat merugikan masyarakat Bayah.
"Debu bertebaran, perekrutan tenaga kerja gak jelas, armada perusahaan parkir sembarangan, masalah CSR tidak ada kejelasan,"katanya kepada wartawan di lokasi.
Menurutnya, hal ini jika terus-terusan berlanjut tidak bisa dibiarkan. Pihak perusahaan sempat ada namun bukan pimpinan dan kurang sesuai dengan tuntutan mereka.
"Bukan pimpinannya, gak ada itu menemui. Kami bukan benci PT Cemindo di sini justeru diapresiasi bahwa bisa menyerap tenaga kerja untuk lokal, tapi faktanya seperti ini merugikan,"tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Aliansi Bayah Menggugat kepada PT Cemindo Gemilang menuntut Ketenagakerjaan,dampak Lingkungan Industri, Pertambangan dan lalu lintas angkutan Jalan termasuk kekeringan lahan di blok Tangkele Desa Pamubulan yang pemilik garapan warga Desa Bayah Timur.
Lalu, polusi Debu di Terminal khusus untuk desa Bayah Barat dan Darmasari juga erosi di area pertambangan perusahaan tersebut ke persawahan kampung sawah.
Selain itu, kebisingan blasting tambang dan belt conveyor, lalu lintas angkutan jalan parkir sembarangan, tidak memiliki pool kendaraan dan muatan overload terakhir Tanggungjawab sosial dan lingkungan (CSR)
(Hsr)