Star7tv.com Bengkayang Kamis 10 februari 2022 ini dilakukan lagi rapat pembahasan terkait penanganan aktivitas PETI di intek perumda tirta bengkayang yang mana ada ±7000 pelanggan yg menggunakan jasa dari BUMD tsb, namun beberapa waktu terakhir ini ada aktivitas PETI di hulu intek sungai yg menjadi sumber air bersih yg tentunya sangat merugikan banyak orang.
Garadus kades tiga berkat " kami sudah melakukan beberapa tindakan untuk mengurungkan niat pelaku agar tidak melakukan aktivitas menambang PETI tsb, kami dari pihak pemeritah desa sudah membuat himbauan yang ditempel di setiap warung didusun madi, maupun pendekatan secara persuasif" demikian laporan beliau.
Camat lumar menambahkan " perlunya tindakan tegas dari pemerintah dan aparat penegak hukum, karena aktivitas PETI di hulu intek madi ini sudah sangat menganggu" tutup beliau.
Ketua DAD kecamatan lumar yang juga sekaligus wakil ketua DPRD kab. Bengkayang bapak Esidorus, SP "31 januari 2022 yg lalu sdh dilakukan pertemuan dengan pelaku PETI dengan pihak kecamatan lumar, kapolsek lumar dan kepala desa tiga berkat. Kandungan emas di tempat mereka melakukan aktivitas tersebut memgandung banyak sekali emasnya sehingga hal tersebut yang menjadi daya tarik para pelaku melakukan aktivitas tersebut, dari semua hal tersebut dapat terjadi konflik horizontal dan vertikal karena sudah banyak masyarakat dari luar desa tiga berkat yg juga melakukan aktivitas penambangan disana sehingga sangat berpotensi terjadinya konflik sehingga harus secepatnya dilakukan tindakan jangka pendek dan shock terapi agar tidak ada kelompok-kelompok masyarakat yg melakukan penambangan disana lagi. Penanganan jangka menengah adalahnya dibukanya lapangan pekerjaan dengan potensi-potensi yang ada di sana, contohnya memaksimalkan potensi wisata. Solusi jangka panjangnya intek madi tersebut kita naikan di hulu sekitar 2 s.d 3 kilo meter karena takutnya ada rembesan mercuri sisa zat kimia yang tentunya sangat
membahayakan kesehatan."pungkas beliau.
Wakapolres bengkayang " rapat sudah kita lakukan sekian kali, upaya ritual adat jg sdh dilakukan, solusi kita membuat tim terpadu agar ada tanggung jawab bersama untuk mengatasi masalah ini, agar segera diterbitkan keputusan bupati bengkayang untuk membentuk tim tersebut. Jika sampai ada konflik dilokasi pastinya pemerintah daerah akan dipersalahkan, untuk itu segera kita lakukan tindakan tegas karena intek madi ini juga memenuhi hajat orang banyak. Kemudian jika lambat mengambil langkah-langkah penanganan kita takutnya akan menjadi sumber konflik dikemudian hari, jika ada tindakan dari penegak hukum agar semua stakeholder untuk dapat bersama bertanggung jawab untuk mengatasi konflik selanjutnya, jangan sampai negara kalah dengan tindakan premanisme karena kita sudah dilengkapi dengan aturan dan sarana prasarana untuk mengatasi tindakan kriminal yg terjadi wilayah hukum polres bengkayang." Pungkas beliau.
Danramil ledo "Sudah beberapa kali melaksanakan rapat sampai saat sekarang belum ada kepastian penindakan, sudah beberapa kali muspika melakukan tindakan tetapi informasi selalu bocor." Masukan beliau
Wakil bupati Bengkayang "permasalahan ini berkali-kali apa yang sudah diutarakan kita semua tidak digubris adat istiadat jg sdh dilakukan, bahwa solusi pertama jangka pendek surat keputusan bersama untuk melakukan tindakan bersama tim pemerintah daerah kepolisian dan TNI. Kita tidak perlu banyak bicara bicara lagi kita harus segera melakukan tindakan untuk menyelesaikan persoalan ini." pungkas beliau.