Star 7 tv. Com - Jakarta Syukur Alhamdulillah di jaman yg sudah moderen dan globalisasi seperti sekarang ini di salah satu sudut kampung yg lebih di kenal dengan kampung Penggilingan
Di mana kampung penggilingan tersebut merupakan suatu kampung yg memiliki nilai History pada abad 17-18 M . Yang mana di abad itu masih di kenal dengan sebutan kampung Bulak di karenakan di abad itu ada satu pabrik gula tebu yg memproduksi menggunakan cara manual dengan tenaga kerbau jaman itu untuk memutar 2 batu cruiser yang mdna pungsi nya untuk menggiling tebu menjadi gula dengan BATU
maka di sebutlah Batu penggilingan dan masyarakat pun akhirnya terbiasa dengan sebutan kampung gilingan / penggilingan
Yang mana lokasi tempat pabrik tersebut terletak di lingkungan RT; 10/07 saat itu dan sekarang lokasi tersebut sudah tergerus jaman dengan pertambahan jumlah penduduk sehingga dengan beriringnya waktu dan jaman maka pabrik tersebut hilang dengan sendirinya karna pembangunan rumah rumah penduduk yang berdatangan dari luar daerah masuk ke lingkungan tersebut hingga sampe saat ini namun bukti peninggalan sejarah masih banyak di temukan bahkan tersimpan dan tertata dengan rapih di beberapa titik dan lokasi yg terpisah namun masih Asli
Di mana di masa masa era jaman seperti itu tentunya masih banyak dan mayoritas penduduk pribumi Asli lah yg terbanyak singgah di kampung penggilingan
Namun penduduk Asli Pribumi kampung penggilingan mayoritas beragama Islam dengan tuntunan "Ahlusunah wal Jama'ah ' tentunya tuntunan dan pembelajaran dalam ajaran Islam nya pun sangat kental mengikuti tuntunan Rasullulah. Saw yg di bawa oleh para tuan guru terdahulu di kampung tersebut hingga menyebar dan menjadi tuntunan dalam kebudayaan baik dalam islam dan budaya di masyarakat setempat
Sebagai mana kita ketahui tuntunan dan ajaran Islam yg di bawa oleh para orang tua dan tuan guru yg mana berlandaskan Ahlusunah wal Jama'ah tentunya amat lah beragan dan bermasyarakat terlebih dalam menjaga keharmonisan di masyarakat
Peradaban tokoh dan budaya pun menjadi barometer atas ke kompakan dan keharmonisan - keberhasilan dalam mendidik dan menjaga generasi muda mudi selanjutnya untuk menjadi pewaris kedepannya
Seperti saat ini dan sampe saat ini pun Alhamdulillah para masyarakat tokoh agama para orang tua dan Anak cucu nya masih mewarisi tradisi peninggalan tuntunan keagaman dalam menjalankan syariat dan kegiatan seperti : pengajian berjama'ah / taklim yang mana isi dari pengajian itu adalah pembacaan iqro -al-qur'an - yasin - tahlil - Maulid berjanji - syeach Muhammad Samman - sokawat nabi Muhammad. Saw
Dan semakin berkembang nya peradabadan jaman dengan era globalisasi pertumbuhan penduduk di jaman sekarang seperti ini terlebih di jantung nya ibu kota DKI JAKARTA bahkan di pelosok pelosok kampung dengan kehadiran dan perubahan penambahan penduduk dari penduduk Asli / lokal hingga membaur satu sama lainnya yg mungkin berlatar belakang sedikit ada perbedaan namun tetep menjaga intolerasi sesama
Sudah mustahil akan berdampak dan berpengaruh kepada tatanan keberadaban baik seni dan budaya untuk lingkungan tersebut
Namun Syukur Alhamdulillah. Di kampung penggilingan ini penduduk nya baik yg lokal / non lokal tetep menjaga peradaban budaya di masyarakat seperti dengan tetep mempertahankan dan menjaga menjadi pewaris tuntunan dan ajarn para orang orang tua terdahulunya yang ngga boleh punah dan hilang di makan jaman
Dengan menjalankan ke giatan Taklim rutin bulanan setiap malam Rabu yang di beri Nama MAJLIS TA'LIM ASSAMAN
yg beralamat : kp penggilingan rt 12 / 07 gg H. Asenih yang di ketuai oleh ustd Irwan syah sekaligus pendiri Majlis bersama rejan rekan Jama'ah lainnya seperti (ustd Abdulah syafiih
ustd Arfan paturrahman
Bpk widuri
Besar harapan para orang tua dan tokoh sepuh alim ulama dan masyarakat khususnya lingkungan kp penggilingan untuk terus menjaga dan melaksanakan kegiatan taklim seperti ini dan semoga menjadi contoh
( Muhammad. Jaya )