Star7Tv.com, Lebak Banten - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lebak recananya akan menggelar Musda (Musyawarah Daerah) dalam waktu dekat bahkan sudah menetapkan tiga calon. Hal itu menjadi perhatian serius berbagai pihak.
Reaksi keras salah satunya disampaikan oleh Drs. Pepep Faisaludin Ketua PUB (Perkumpulan Urang Banten) Kabupaten Lebak sekaligus Mantan Ketua KNPI Lebak periode 1998-2002 terhadap rencana Pemilihan Ketua KNPI Lebak saat ini.
"Kaget mendengar berita bahwa panitia Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Kabupaten Lebak telah menetapkan tiga kandidat calon Ketua DPD KNPI Lebak memenuhi persyaratan calon yang ditetapkan, salah satunya setiap calon telah menyetorkan biaya partisipasi sebesar Rp10 juta," ucapnya Kamis, (08/7/2021).
Bukan tanpa resiko baginya menyampaikan hal ini kepada media, namun hal itu adalah bagian dari dari kecintaanya terhadap Pemuda Lebak agar Pemerintah dan masyarakat lain mengetahui kondisi yang sebenarnya.
"Sudah saja KNPI ganti namanya jadi komite nasional pengusaha indonesia, apa yang bisa diharapkan dari pemuda kalau sudah diawali dengan pragmatis, fulus, bapak bangsa kita Ir. Soekarno pernah menyampaikan, 'kita hanya butuh 10 pemuda untuk mengguncang dunia', kalau KNPI Lebak sudah begini lebih baik bubarkan,"tuturnya.
Menurutnya mengatakan karena integritasnya sudah kalah dengan organisasi pemuda-pemuda yang ada di kampung-kampung mereka memghimpun kekuatan untuk mencari dana sendiri dan melakukan kegiatan-kegiatan untuk kepentingan desanya berjibaku bersatu dan independen.
"Saya dulu ingin menjadi ketua KNPI karena gerah bahwa ketua KNPI harus atas persetujuan MUSPIDA, pada zaman itu sangat refresif tapi saya Alhamdulillah, bisa mendobrak stigma itu, karena saya berani, punya gagasan tidak berpikir fulus, boro-boro ja pamudamah, ngaroko geh teu pernah beli sebungkus kadang mah sebatang berdua (*boro-boro ya kalau pemuda merokok juga gak pernah beli satu bungkus terkadang sebatang berdua *red) walaupun penuh perjuangan, itu kan biasa buat pemuda,"ujarnya menceritakan kisahnya.
Sebagai Tokoh Lebak yang dikenal mantan Ketua DPRD Lebak periode 2004 - 2009 ini menyayangkan dan menyatakan keprihatinan atas pemilihan ketua harus pake bayar Rp10 juta.
"Kalau pemilihan Kadin wajar karna kandidatnya pengusaha, “pan ieu mah pemuda, ngan boga gagasan (kan ini pemuda hanya punya gagasan *red), keberanian, jika ada ricuh itu memang bagian dari dinamika pemuda tapi yang diricuhkan bukan pragmatis atau kepentingan tapi gagasan, visi misinya loh ini pendaftaran saja bayar Rp10 juta terus apa haruskah nama KNPI di rubah nama jadi Komite Nasional Pengusaha Indonesia,"kata Pepep gusar.
Tidak cukup sampai di situ, ia juga berharap KNPI menjadi induk organisasi dari OKP-OKP, menurutnya bagaimana mungkin bisa jadi induk, karena tidak bisa diteladani.
Berulang kali Pepep Faisaludin mengucapkan keprihatinannya bahwa kalau untuk pemilihan harus bayar Rp10 juta. "Ini baru terjadi, sudah terlalu jauh melencengnya pemuda kita, kalau ada kepentingan tertentu, masih dianggap wajar," katanya berapi-api.
Menurut pengamatannya, "ini harus segera diluruskan jangan sampai pemuda jadi mental pragmatisme yang akan berakibat krisis kepemimpinan dimasa depan. Mudah mudahan hal ini dapat segera diluruskan dan diperbaiki, karena kaderisasi Pemuda Lebak sudah dititik nadir terlebihnya saya mohon maaf kepada seluruh jajaran KNPI Lebak hal ini sebagai kecintaan saya terhadap almamaterku," ucapnya penuh harap.
Sampai berita ini ditayangkan pihak Carataker DPD KNPI Lebak Ila Nahila ketika awak media hubungi belum memberikan komentar. *( Epul/Hsr)